Masa Depan Hancur Setelah Vaksin Flu, Kini Hidup Desree Jennings (28) asal Washington DC, Amerika Serikat,
tidak sama seperti dahulu lagi. Tubuhnya tidak dapat bergerak
normal berjalan ke arah depan, ia hanya dapat berjalan mundur ke arah
belakang dan berlari ke arah depan. Ketika berjalan, kesulitan
kontrol gerak tubuh yang dialaminya terjadi kembali. Keunikan gangguan
tersebut tidak sampai disitu saja, dirinya mengalami kesulitan
berbicara, namun, ketika berlari dirinya dapat berbicara lancar dan
normal seperti orang pada umumnya.
Beberapa media setempat sempat memberitakan anomali yang diderita
gadis malang tersebut didapat setelah dirinya mendapatkan vaksinasi
influenza 10 hari sebelum gangguan tersebut muncul. Stasiun lokal
Channel 16 WADT memberitakan juga bahwa definisi gangguan yang
dideritanya merupakan gangguan syaraf dystonia, sebuah gangguan yang
disebutkan langka terjadi pada rasio banding 1 jiwa diantara 1 juta
orang.
Dystonia adalah sebuah gangguan saraf pada tubuh yang masih belum
diketahui penyebabnya. Sejauh ini dalam beberapa kasus ditemukan
beberapa faktor sebagai faktor pemicu, seperti trauma pada otak, tumor
otak, keracunan logam berat atau karbon monoksida, infeksi, dan reaksi
obat, terutama obat anti-psikotik dan pengaruh keturunan (genetik).
Gangguan dystonia berindikasikan umum sebuah kelainan gerakan otot
dalam beberapa kasus tertentu gangguan timbul ketika tubuh melakukan
tugas tertentu. Gangguan gerakan berupa seperti kejang ataupun kram
otot.
Gangguan Dystonia Bukan Dari Vaksin
Sumber lain Dystonia Medical Research Foundation menyebutkan
bahwa gejala yang ada pada Jennings tidak menunjukan kesamaan dengan
gangguan dystonia yang sebenarnya. Wicara dan ciri pergerakan
abnormalnya (yang tidak terus menerus) justru menunjukkan kemungkinan
gangguan dystonia yang memiliki dasar psikogenik atau psikologis.
Disebutkan, kelainan yang diderita oleh Jennings sangat kecil sekali
kemungkinan terdapat hubungannya dengan vaksinasi influenza yang
didapatnya.
Pada kenyataannya, dalam tinjauan sensus kependudukan Amerika dan
Kanada baru-baru ini, disebutkan sekitar 300,000 kasus dystonia di
wilayah Amerika Utara. Kelainan dystonia sendiri mengambil sekitar porsi
3% dari jumlah total penduduk Amerika Serikat, yang artinya dystonia
tidak termasuk kelainan langka. Sedangkan dalam sejarah pemberian
vaksinasi influenza, baru kali ini ada kasus dystonia yang dikatakan
berhubungan dengan pemberian vaksin tersebut.
Beberapa pihak melansir, pemberitaan yang kurang berimbang oleh
beberapa media menyudutkan kelangsungan suksesi proses pemberian vaksin
influenza dalam pencegahan pandemi flu A-H1N1 terkait pihak produsen
vaksin yang sepihak diasumsikan meraup keuntungan kapitalis.
Nah untuk itu, kepada anda semua berhati-hatilah dalam melakukan vaksinasi demi menjaga kesehatan dalam tubuh kita.
Referency
klikdokter.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar