Perkelahian muncul di Parlemen Taiwan, para wakil rakyat itu dikabarkan
saling meninju dan menyiram kopi ke arah rivalnya saat memperdebatkan
isu pajak. Seorang anggota parlemen perempuan juga terpaksa menangis
ketika diusir dari podium.
Para wakil rakyat itu memperdebatkan
masalah pajak yang dipandang sebagai alat untuk menjamin kesejahteraan
sosial. Pada Juli 2012, isu pajak di Taiwan sudah disepakati oleh Partai
Kuomintang yang berkuasa di parlemen. Namun perseteruan pun muncul
ketika fraksi oposisi menentang penetapan pajak baru.
Fraksi
oposisi berasal dari kelompok-kelompok bisnis yang cukup berpengaruh.
Mereka juga merupakan pedagang-pedagang saham yang ulung di negara
tersebut. Demikian, seperti diberitakan Telegraph, Selasa (25/6/2013).
Oposisi
menentang penerapan pajak baru untuk meningkatkan volume perdagangan.
Namun Kuomintang berniat merevisi undang-undang pajak tersebut.
Fraksi
oposisi terkuat yang berasal dari Partai Demokrat Progresif (DPP)
meminta Presiden Ma Ying-Jeou meminta maaf atas kebijakan-kebijakan yang
sudah diterapkannya selama memerintah, terutama mengenai pajak. Namun
Ma menegaskan kembali, pajak yang ditetapkan oleh pemerintahannya
ditujukan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara si miskin dan si
kaya.
Tanpa disadari, masalah pajak justru berdampak serius di
parlemen. Dua orang wakil rakyat Taiwan berkelahi, salah satu politisi
oposisi menyiram politisi Kuomintang dengan kopi.
Perkelahian di
Parlemen Taiwan merupakan hal yang umum. Di masa lalu, perkelahian itu
seringkali terjadi, namun belakangan ini debat-debat di parlemen umumnya
berlangsung dengan tenang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar