Di pelosok Jawa
Barat 45 bidan siap diterjunkan dan mengabdi pada masyarakat setelah sebelumnya mengikuti program Srikandi Academy. Ke-45 bidan
terpilih ini berasal dari Bogor, Cianjur, Garut, Sukabumi dan
Tasikmalaya
“Ke-45 bidan yang lolos itu dikembalikan ke desa mereka yang telah
dibekali ilmu kebidanan hingga manajemen, juga dibekali bantuan
perlengkapan kerja," kata Medical Director Sarihusada, Ahmad Hamdani
Tujuan utama program adalah
memenuhi kekurangan bidan di wilayah Jawa Barat dan diharapkan mampu
menurunkan angka kematian ibu dan anak di Jawa Barat.
Ini adalah
upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam
melaksanakan program Sricandi Akademi yang didukung Ikatan Bidan
Indonesia (IBI), Sarihusada, PKPU (lembaga kemanusiaan sosial) dan
Danone Ecosysteme. Langkah ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi
para pelajar lulusan Akademi Kebidanan untuk menjadi bidan yang siap
terjun ke tengah masyarakat.
Melalui program ini, sejumlah bidan
mendapat pelatihan berupa keterampilan teknis yang mencakup segala aspek
praktis kebidanan, tambahan pengalaman praktik hingga difasilitasi
untuk membuka klinik praktik sebagai bidan desa.
Untuk bekal
manajerial, PKPU hadir dengan materi tentang keuangan mikro dan
manajemen organisasi. “Usai program, peserta mendapatkan fasilitas
peralatan praktik lengkap sesuai standar Kementerian Kesehatan. Ini
sifatnya dana bergulir,” kata CEO PKPU, Agung Notowiguno.
Sebagai tenaga medis, bidan berperan dalam membantu kelahiran sebanyak 60 persen dari 4,6 juta per tahun kelahiran di Indonesia.
Sumber : liputan6.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar