Setelah banyak penelitian, info dan juga masukan-masukan tentang masalah bercinta, ternyata ada 12 aturan
yang akan membuat Anda menjadi pecinta paling hebat setiap malam.
Dijamin!
Semakin fokus, semakin panas. Wanita merasakan
seks dalam beragam cara, dan sinyal terkuat yang bisa Anda kirimkan
padanya adalah melalui mulut. “Jika Anda menginginkan si Dia merasa
nyaman, katakan ‘Lagi dong, Say’, ‘Oh, rasanya nikmat’,” kata Logan Levkoff, Ph.D., seksolog dan penulis buku Third Base Ain’t What It Used to Be.
Setelah berhasil mendongkrak rasa percaya dirinya, Anda akan
mendapatkan kembali gairahnya, bahkan bisa lebih meledak-ledak. Tapi
jangan lupakan kalimat nonverbal, seperti tatapan mata, gigitan kecil,
atau remasan. Tunjukkan padanya bahwa Dialah yang telah membuat Anda
bergairah –bukan sekedar imajinasi liar yang bermain di dalam otak.
Bisikkan ke telinganya sembari mendesah, ”Kamu benar-benar bikin aku
gila.”
Menu utama: Foreplay. “Foreplay adalah kata yang
cukup meneror –seolah menunjukkan bahwa setelahnya akan terjadi sesuatu
yang lebih penting,” kata konsultan seks, Beverly Whipple, Ph.D., sekaligus penulis pendamping buku the G Spot and Other Discoveries About Human Sexuality. “Anda
berdua akan mendapatkan seks yang menyenangkan jika membiarkan pikiran
Anda mengikuti gairah, lalu lakukan penjelajahan-penjelajahan baru dan
nikmatilah –karena ini bukan sekedar perburuan menuju permainan yang
terakhir.
Tidak selalu kesenangan ? kepuasan. Jika Anda
bisa memberikan keduanya, Anda memang pria yang hebat. Studi di Kinsey
itu menyebutkan, penggunaan kondom meningkatkan kepuasan wanita dalam
kehidupan seksualnya hingga 17.5%. Penjelasannya bukan secara logika
apalagi secara ilmiah, tetapi intinya, ketika wanita merasa tidak
terlalu khawatir –maka mereka akan lebih menikmati kehidupan seksualnya.
Silakan berburu kondom yang bisa memberikan keduanya: Kesenangan dan
kepuasan, yaitu kondom yang supertipis tetapi kuat.
Gentle itu lebih dari sekedar, ”Sabar dong, Mas...”.
“Kalimat itu adalah kode dari pasangan agar Anda lebih sensitif pada
petunjuk-petunjuk yang tampak dari tubuhnya,” kata Block. Maksudnya,
semakin banyak titik-titik rangsang tersembunyi pada tubuhnya,
seharusnya Anda semakin berhati-hati ketika menstimulinya. “Misalnya,
sentuhan pada klitoris akan terasa kesat dan tak nyaman untuk si Dia
tanpa didahului pemanasan yang tepat,’ ujar Lou Paget, pakar seks sekaligus penulis buku How to be a Great Lover.
Suhu penting untuk klimaks yang hebat.
Pengaturan suhu kamar tempat Anda bercinta sangatlah penting.
Lingkungan yang menyenangkan, termasuk suhu ruangan, adalah bagian
penting yang bisa membuat para wanita merasa aman dan nyaman. “Bayangkan
hari yang sejuk di pantai,” kata Tristan Taormino, direktur
Vivid Entertainment –yang mengeluarkan seri film porno Chemistry. “Anda
membutuhkan suasana yang hangat sehingga dia merasa senang membuka
pakaiannya, tapi tidak terlalu panas sehingga Anda berdua bisa mandi
keringat.”
Posisi tidak berarti, jika Anda tak tahu tujuannya. “Tidak
usah terlalu banyak berkhayal ketika sedang bercinta –pilihlah posisi
terbaik, yaitu yang fokus pada klitoris,” kata Levkoff. Anda
menginginkan si Dia merasa senang tanpa harus mengalami kejang lutut?
Lakukan posisi-posisi standar ini dengan sedikit modifikasi untuk
meningkatkan stimuli pada klitorisnya.
Beri si Dia orgasme yang menyenangkan.
Hanya satu dari lima wanita yang kami survei mengatakan, orgasme
terakhir yang mereka rasakan terjadi saat penetrasi. “Kebanyakan wanita
muda menginginkan pasangan mereka melakukannya lebih lambat dan lebih
banyak melakukan aktivitas dengan mulut dan tangan,” kata pakar seks
dari Australia yang telah melakukan survei pada 19 ibu orang untuk
bukunya Doing it Down Under, Juliet Richters, Ph.D. Dalam
surveinya, lebih dari 90% wanita bisa mendapat orgasme dari pasangan
mereka walau hanya dengan seks oral dan stimulasi tangan.
Jangan akhiri Quickie dengan sekedar kata “Trims yah, Say...”. Hanya
50% dari seluruh wanita yang bisa mendapat orgasme dalam waktu 10 menit
atau kurang, demikian hasil penelitian Journal of Sexual Medicine. “Itu
berarti, ketika melakukan quickie Anda bisa ejakulasi sedangkan si Dia
tidak mendapatkan orgasme,” kata Levkoff. Jika si Dia tidak orgasme,
maka pastikan Anda bisa mendapatkan malam-malam indah selanjutnya dengan
mengatakan, ”Besok malam, semuanya untuk kamu.” Dan, tepati janji
Anda! Jangan terlalu sering membuat Dia ‘menggantung’, karena pasti
ada pembalasan yang kejam untuk Anda.
Teman Anda bernama G-Spot.
G-Spot dan klitoris bukanlah sekedar tombol pembangkit gairah.
“Kebanyakan penelitian terbaru menyebutkan bahwa klitoris mungkin lebih
baik disebut sebagai ‘komplek clitoris’ di mana vagina, uretra, dan
klitoris sendiri berfungsi sebagai satu kesatuan –ketimbang menjadi
bagian tubuh Anda yang terpisah,” kata ahli dari Kinsey Institute
sekaligus kolumnis di Men’s Health, Debby Herbenick., Ph.D. Jelajahi
komplek klitoris si Dia dengan mengoptimalkan stimulasi pada beberapa
titik rangsang. Beberapa pakar sependapat bahwa ada A-Spot yang terletak
jauh di dalam vagina, berada di area dekat pinggangnya. “Stimuli daerah
ini, maka hampir spontan Dia akan basah,” kata Cox.
‘Siap’ Adalah relatif.
“Jangan yakin karena telah basah, maka Dia siap untuk intercourse,”
kata Richters. Kesiapan sejati wanita datang saat Dia mencapai fase yang
disebut uterine tenting –kondisi di mana uterus (saluran
peranakan) mundur dan vagina memanjang beberapa inchi. “Sehingga Anda
bisa melakukan penetrasi yang dalam dan dinding vagina akan mencengkeram
penis,” kata Barbara Kesling, Ph.D., dosen Human Sexuality di California State University, sekaligus penulis Men in Bed.
Mau seks? Masak dulu yah... Tujuh
dari 10 wanita yang kami survey mengatakan, menolong melakukan
tugas-tugas rumahan sangat membantu wanita. Mereka sangat berterimakasih
jika Anda merapikan alat-alat memasak, mempersiapkan makan malam untuk
berdua, dan pergi ke laundry. Ingat, jangan terlalu membanggakan diri
dengan pekerjaan tambahan itu. Sikap biasa-biasa saja malah membuatnya
lumer dalam pelukan Anda!
Orgasme bukanlah satu-satunya tujuan Anda. Apapun
yang Anda lakukan, jangan melihat kepadanya sambil berkata ‘Sudah mau
orgasme, yah?’ atau ‘Kamu sudah orgasme?’”kata Whipple. “Hal itu sangat
mengganggu dan akan memberinya masalah yang tidak perlu.”Jika Anda
merasa telah melakukan segala sesuatunya dengan benar, maka gantilah
kalimat tanyanya dengan, ”Say, kamu senang, kan?” atau “Oke kan kalau
aku seperti ini?” “Wanita tidak selalu orgasme dan mereka tahu bahwa itu
bukan kesalahan Anda,” kata Whipple. Jadi cuek saja! Kata Levkoff.
Mungkin itu cukup membantu membuat anda menjadi pecinta yang hebat saat di ranjang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar