MAKASSAR - Unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan
bakar minyak (BBM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali berujung
bentrok dengan petugas Kepolisian.
Mahasiswa dan petugas saling serang di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Gunungsari Jalan AP Pettarani, Rappocini.
Ratusan
mahasiswa yang awalnya memblokir Jalan AP Pettarani selama lima jam,
diserang dari arah utara dan selatan oleh Pasukan Huru-Hara Brimob Polda
Sulselbar.
Polisi yang terus menembakkan gas air mata, membuat
pengunjuk rasa terkocar-kacir dan memilih mundur di Jalan Raya
Pendidikan, tepat di samping kiri Menara Phinisi UNM.
Di lokasi itu, pengunjuk rasa terus melakukan pelemparan batu dan balok kayu ke arah petugas yang berbaris memasang tameng.
Bahkan,
terlihat beberapa kali lemparan bom molotov dan anak panah dari
kerumunan mahasiswa, yang diarahkan ke petugas Kepolisian.
Dalam
insiden bentrokan yang terjadi sekira pukul 17.30 Wita itu, sedikitnya
34 mahasiswa diamankan petugas karena diduga sebagai provokator.
Selain
merusak satu unit sepeda motor milik anggota motor polisi jenis Honda
Spacy bernomor DD 6629 VP, mereka juga tertangkap tangan melakukan
pelemparan ke arah petugas yang berusaha membubarkan kerumunan
mahasiswa.
Aksi pembubaran paksa oleh polisi itu, juga mendapat
bantuan dari warga sekitar dan pengguna jalan yang sudah berjam-jam
terjebak macet di Jalan AP Pettarani.
Sekira pukul 20.00 Wita,
ratusan warga dan polisi berpakaian preman menyerang masuk ke dalam
Menara Phinisi UNM menggunakan batu dan balok kayu.
Mahasiswa
yang merasa terpojok memilih mundur. Warga pun terus melakukan
pelemparan ke arah gedung, hingga menyebabkan belasan dinding kaca
Menara Phinisi pecah terkena lemparan.
Penyerangan Menara Phinisi UNM ini berlangsung sekira satu jam, dan terus mendapatkan perlawanan dari pengunjuk rasa.
Melihat
situasi yang semakin memanas, terlebih warga yang kian bertambah
banyak, ratusan personel Brimob yang sebelumnya mundur di depan Hotel
Clarion, kembali turun ke TKP untuk membubarkan warga yang brutal.
"Bubarkan
seluruh warga yang berkumpul. Jangan sampai kita dianggap melakukan
pembiaran," teriak Kepala Biro Operasional (Karoops) Polda Sulselbar,
Kombes Anthony Hutabarat, kepada anak buahnya di TKP, Jumat 14 Juni
malam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar