MAKASSAR - Unjuk rasa mahasiswa Universitas Negeri
Malang (UNM) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang
berujung bentrok dengan warga, diduga akibat disusupi preman.
Pembantu
Rektor (PR) III UNM, Hery Tahir, turun langsung untuk menenangkan
masyarakat sekitar dan mahasiswa yang terlubat bentrok. Hery mengatakan,
terjadinya bentrokan antara mahasiswa dan polisi serta warga, diduga
akibat aksi itu disusupi provokator.
"Ini jelas ada penyusup.
Buktinya, dari puluhan mahasiswa yang diamankan, hanya segelintir yang
berasal dari UNM," ujar Hery, Jumat 14 Juni malam.
Hery mengaku belum mengetahui pasti jumlah kerugian dan sejumlah fasilitas kampus yang dirusak warga.
"Rupanya
perusakan itu kita indikasi karena banyaknya preman yang masuk ke dalam
kampus dan mereka ini yang merusak. Kita tak tahu dari mana itu,"
akunya.
Sementara itu, Wakapolrestabes Makassar, AKBP Totok
Lisdiarto, yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya
menurunkan sebanyak 500 personel untuk membubarkan massa.
Ratusan petugas itu terdiri Brimob Polda Sulselbar, Sabhara Polrestabes Makassar, dan seratusan personel berpakaian sipil.
"Sampai saat ini kita turunkan sekira 500 personel. Beberapa lainnya stand by di luar, dan akan bergabung jika situasi semakin tak terkendali," kata Totok.
Kondisi
di Kampus UNM baru terkendali sekira pukul 21.30 Wita. Mahasiswa
membubarkan diri melalui pintu belakang, dan warga pun berhasil dihalau
dari depan kampus.
Dalam insiden itu, sedikitnya 20 sepeda motor
juga menjadi bulan-bulanan pengrusakan oleh aparat kepolisian. Dua di
antaranya diketahui milik wartawan TVRI dan Koran Tempo Makassar.
Sebelumnya
diberitakan, ratusan mahasiswa awalnya memblokir Jalan AP Pettarani
selama lima jam. Mereka dibubarkan Pasukan Huru-Hara Brimob Polda yang
datang dari utara dan selatan.
Pembubaran paksa itu, mendapat
bantuan dari warga sekitar dan pengguna jalan yang sudah berjam-jam
terjebak macet di Jalan AP Pettarani. Ratusan warga dan polisi
berpakaian preman menyerang masuk ke dalam Menara Phinisi UNM
menggunakan batu dan balok kayu.
Mahasiswa yang merasa terpojok
memilih mundur. Warga pun terus melakukan pelemparan ke arah gedung,
sehingga menyebabkan belasan dinding kaca Menara Phinisi pecah terkena
lemparan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar